NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai bahaya judi online (judol). Peringatan ini disampaikan saat menghadiri Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI) di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan yang digelar pada 2-4 September 2026 ini diikuti sebanyak 5.499 pelajar dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga Sumatera Utara.
Sigit menjelaskan celah judi online saat ini semakin mudah ditemukan di internet. Menurutnya, permainan game online rawan disusupi tautan yang mengarah pada praktik judol.
"Sebagai contoh, awal mula kita mungkin ingin belajar tentang game, kemudian bergeser game di situ ada permainan game yang kemudian mengarah pada judi online. Diam-diam kita coba-coba karena kita anggap game, akhirnya kita kecanduan, dan akhirnya kita terjebak untuk ikut judi online," ujar Listyo saat diwawancarai awak media, Kamis (3/9/2026).
Lebih lanjut, ia berpesan agar generasi muda bijak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mengakses pengetahuan, bukan hal negatif.
"Dengan menggunakan berbagai macam perangkat platform yang ada, kita bisa belajar apa saja yang ingin kita ketahui. Dan tentunya ini menjadi hal yang positif yang membuat kita semua bisa belajar tanpa harus belajar di luar kelas," jelasnya.
Di sisi lain, Sigit mengapresiasi tingginya antusiasme para pelajar yang aktif dalam gerakan Pramuka. Ia menilai kegiatan ini efektif membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, dan rasa persatuan anak muda.
"Saya tentunya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap keluarga besar PUI, khususnya adik-adik Pramuka yang dari sejak usia masih remaja sudah mau ikut aktif di dalam gerakan Pramuka. Saya kira ini adalah wadah yang sangat baik untuk membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa saling menolong, gotong royong, jiwa persatuan, dan juga keterampilan-keterampilan lain," ujar Listyo.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan ini dirancang sebagai benteng pertahanan moral generasi muda dari gempuran judol hingga pinjaman online (pinjol).
"Kami ingin sesuai dengan PUI ini memiliki Islah us-Samaniyah, ya. Islah us-Samaniyah ini adalah Islah ut-Tarbiyah, yaitu bagaimana kemudian kita melakukan pembinaan kepada generasi muda. Mereka agar lebih bisa imun menghadapi dinamika dan tantangan global saat ini. Sehingga mereka bisa jauh dari pinjol dan seterusnya," ujar Raizal.
Raizal menambahkan, konsep kegiatan luar ruangan sengaja dipilih agar proses penyampaian materi edukasi tidak membosankan.
"Kalau kita melakukan pembinaannya di indoor, di kelas, itu kan cukup membosankan. Sehingga kita membuat kegiatan outdoor sehingga mereka bisa lebih dekat dengan alam dan juga materi-materi bisa kita sampaikan lebih masuk kepada mereka," lanjut Raizal.
Ia juga mengungkapkan alasan memilih Sukabumi sebagai lokasi kegiatan karena faktor sejarah yang dekat dengan PUI, yakni sebagai daerah asal KH Ahmad Sanusi dan Mr R Syamsudin.
"Sukabumi ini bagi PUI adalah tempat yang paling bersejarah, setelah Majalengka. Jadi, PUI ini didirikan oleh tiga pendiri KH Abdul Halim dari Majalengka, KH Ahmad Sanusi, dan Mr. R Syamsudin. Ini adalah dua tokoh pendiri PUI yang juga sekaligus anggota BPUPKI, sehingga kita ingin menyapa sekaligus berkonsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI. Oleh karena itu, kita mengundang kemah Perkemahan Kebangsaan di Sukabumi," pungkasnya.