Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (26/9/2026), melakukan pembicaraan dengan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada Selasa (22/9) waktu setempat.

Dia menuturkan bahwa Teheran telah memaparkan syarat-syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur pelayaran strategis itu.

"Iran telah menyampaikan rencana konkret berdurasi tujuh hari kepada Amerika Serikat, melalui Qatar. Jika syarat-syarat yang diperlukan telah dipenuhi, maka selat tersebut dapat dibuka kembali dan lalu lintas maritim normal dapat dipulihkan dalam waktu tujuh hari," ujar Araghchi di sela-sela menghadiri Sidang Umum PBB.

"Kini, pilihan ada di tangan Amerika Serikat. Iran tidak menerima paksaan, ancaman, atau intimidasi, dan Iran tidak akan menyerahkan hak-hak kedaulatannya di bawah tekanan," tegas Menlu Iran tersebut.