NADIKABAR.COM — Sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia, Kabupaten Merauke di Papua Selatan memiliki puluhan ribu hektare sawah yang berperan penting dalam perekonomian setempat serta mendukung ketersediaan pangan nasional.
Untuk menjaga produksi padi, petani membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Namun, BBM tidak selalu mudah diperoleh dengan harga terjangkau, seperti yang dialami petani di Distrik Tanah Miring.
Bustomi, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, mengatakan bahwa sebelum tersedia layanan khusus pertanian, ia dan petani lainnya harus pergi ke kota untuk membeli solar eceran dengan harga lebih mahal daripada Bio Solar bersubsidi.
"Kami dulu kalau membeli solar eceran harus bepergian ke arah perkotaan yang membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam lebih. Syukur kalau ada," kata dia ketika dihubungi dari Jayapura, 20 Oktober 2026.