Petani terpaksa membeli solar eceran karena SPBU reguler tidak memiliki alokasi khusus bagi mereka, sementara pembelian Bio Solar bersubsidi dengan menggunakan jeriken harus disertai surat rekomendasi dari instansi berwenang.
Bustomi, yang mengaku telah bertani sejak 2018, mengatakan mereka biasanya membeli solar eceran dengan harga berkisar Rp12.000 hingga Rp14.000 per liter.
"Jadi, kami membeli sesuai kondisi keuangan. Misalnya, hari ini mau melakukan pemotongan, membutuhkan 30 liter, tetapi uang tidak cukup sehingga membeli setengahnya," ujar Bustomi, yang memimpin kelompok tani beranggotakan 20 orang di SP4, salah satu wilayah permukiman transmigrasi di Distrik Tanah Miring.