"Perjalanan Pemuda Gereja untuk menjadi terang di tengah kehidupan rakyat tentu tidak selalu mudah. Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri, dan setiap generasi menghadapi ujian sejarah yang berbeda," kata Puan.

Ia menyebut generasi muda saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari kemajuan teknologi, persaingan ekonomi, ketimpangan kesempatan, krisis lingkungan, disinformasi, hingga melemahnya solidaritas sosial.

"Di sinilah panggilan Pemuda Gereja untuk menjadi terang menemukan ujian yang sesungguhnya karena, terang tidak kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan kegelapan. Justru di tengah kesulitan dan ketidakpastian, kehadiran terang menjadi semakin diperlukan," tegas Puan.

Puan mengingatkan pemuda gereja perlu memperkuat kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan melalui karya, pelayanan, dan gerakan bersama.

"Pemuda harus terus mempertajam cara pikir, memperkuat kemajuan cara kerja, dan meningkatkan cara hidup yang baik," pesan mantan Menko PMK itu.

Ia juga menyoroti besarnya jumlah generasi muda di Indonesia yang mencapai lebih dari 50 persen populasi. Namun, menurutnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh jumlah, melainkan juga kualitas dan karakter generasi muda.

"Oleh karena itu, menjadi harapan kita semua bahwa Konsultasi Nasional ini dapat menghadirkan gerakan Pemuda Gereja yang berkarakter, sebagai kekuatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan ikut membentuk masa depan bangsa dan negara," urai Puan.

Puan berharap pemuda gereja tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam iman, terbuka terhadap kemajuan, dan berani menghadirkan kebaikan.

"Bung Karno pernah mengungkapkan keyakinannya yang sangat besar terhadap kekuatan generasi muda melalui ungkapan yang terkenal: Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia," ujar Puan mengutip pernyataan Bung Karno.

"Pesan yang dapat kita petik dari ungkapan tersebut bukanlah tentang jumlah pemuda, melainkan tentang kekuatan tekad, keberanian, persatuan, dan cita-cita besar yang mampu menggerakkan perubahan sejarah," sambung Puan.

Dalam acara tersebut, Puan menyematkan tanda peserta sebagai simbol resmi dibukanya Konsultasi Nasional Pemuda Gereja. Ia meminta generasi muda untuk berani dengan tetap berlandaskan iman, memperkuat diri dengan pengetahuan, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama.

"Inilah panggilan Pemuda Gereja: menjadi terang yang tidak bersinar untuk dirinya sendiri, tetapi bersinar menerangi kehidupan sesama," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konsultasi Nasional Pemuda Gereja Rio Dondokambey menyampaikan terima kasih atas kehadiran Puan. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan konsultasi nasional pertama setelah beberapa tahun sempat vakum.

"Selamat datang Ibu Ketua DPR-RI. Kami sangat merasa terhormat Ibu hadir. Ini adalah Konsultasi Nasional Pemuda Gereja pertama yang kami laksanakan setelah beberapa tahun sempat vakum. Kami sangat ingin mendengar masukan dari Ibu Ketua untuk penyusunan program-program kerja kami," ucap Rio Dondokambey.