Puan pun menilai keputusan global mengenai perdagangan, keuangan, teknologi, iklim, kesehatan, dan keamanan tidak dapat hanya mencerminkan kekuatan ekonomi atau geopolitik tertentu.
"Keputusan tersebut harus mencerminkan prinsip-prinsip kesetaraan kedaulatan dan kepentingan kemanusiaan bersama. Di sinilah parlemen dunia memiliki tanggung jawab bersama," jelasnya.
"Kita harus memastikan bahwa globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, atau kekuasaan dari akuntabilitas," tambah Puan.
Melalui IPU, Puan menilai parlemen dunia dapat memperkuat kerja sama antar-parlemen untuk memastikan bahwa tatanan global tidak hanya lebih saling terhubung tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi.
"Pada akhirnya, tata pemerintahan yang baik bukanlah tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah rakyat, keadilan, martabat, dan kemampuan rakyat untuk menentukan masa depan mereka sendiri," sebutnya.
Puan menegaskan demokrasi tidaklah cukup jika hanya memberikan hak pilih kepada rakyat.
"Demokrasi harus memberdayakan rakyat untuk mengubah kehidupan mereka. Pembangunan tidaklah cukup jika hanya menghasilkan pertumbuhan, pembangunan harus memperluas peluang, mengurangi ketimpangan, dan mewujudkan kemakmuran bersama," papar Puan.
Oleh karena itu, Puan mengatakan tolok ukur tata kelola pemerintahan yang baik pada akhirnya sederhana namun mendasar.
"Apakah suara rakyat didengar, apakah hak-hak mereka dilindungi, dan apakah kekuasaan tunduk pada pengawasan? Apakah rakyat memiliki kesempatan yang adil untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan apakah bangsa ini memiliki kedaulatan untuk menentukan masa depannya sendiri?" katanya.
Puan kembali mengingatkan, tata kelola pemerintahan yang baik adalah tata kelola yang berkeadilan, yaitu tata kelola yang mengubah kedaulatan rakyat menjadi kesejahteraan rakyat. Atas nama DPR yang mewakili rakyat Indonesia, Puan kemudian memberikan seruan lantang di hadapan parlemen negara-negara dunia.
"Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang mewakili rakyat Indonesia, menyerukan kepada seluruh parlemen anggota IPU untuk bekerja sama membangun tatanan dunia yang lebih baik, lebih makmur, adil, dan manusiawi," ujar Puan.