Presiden Palestina juga mendesak AS untuk bekerja sama dengan kepemimpinan Palestina dan komunitas internasional guna menerapkan solusi dua negara berdasarkan hukum internasional.

Ia mengatakan bahwa pihak Palestina menyambut baik rencana perdamaian Trump, "namun belum melihat adanya kemajuan di lapangan."

Abbas mengatakan rakyatnya sedang menghadapi salah satu "periode paling berbahaya dalam sejarah mereka," seraya menyoroti pembunuhan, kehancuran, kelaparan, dan upaya pengusiran paksa di Jalur Gaza.

Ia juga menyoroti perluasan permukiman ilegal dan fragmentasi wilayah Tepi Barat yang diduduki, dan di Yerusalem Timur. Menurutnya, perluasan permukiman ilegal semakin cepat terjadi, sementara kekerasan oleh pihak pendudukan Israel meningkat di bawah perlindungan pasukan Israel.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, kebijakan Israel yang "melanggar hukum internasional" akan menghancurkan solusi dua negara. Menurutnya ada "bahaya yang lebih besar" yang muncul dan menuntut tindakan segera.