NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan bahan bakar minyak atau BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman.

Hal itu sampaikan Bahlil pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.

"Untuk cadangan BBM kita sekarang, untuk pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," ujar Bahlil.

Terkait keterlambatan pasokan BBM di Bali, Bahlil menjelaskan persoalan tersebut bukan disebabkan kekurangan cadangan nasional, melainkan kendala distribusi dari Jawa Timur akibat keterlambatan kedatangan kapal.

Pemerintah telah melakukan penanganan sehingga stok BBM di Bali kembali mencapai 12 hari.

"Alhamdulillah hari ini di Bali Bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari," ungkapnya.

Bahlil mengatakan pemerintah juga terus mengantisipasi hambatan distribusi energi akibat faktor cuaca dan kondisi geografis, termasuk pendangkalan sungai di Kalimantan dan wilayah Asmat, Papua.

Sementara itu, ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) nasional dilaporkan berada di atas rata-rata 13 hari, dengan cadangan komoditas energi lainnya mencapai lebih dari 20 hari.

Dalam upaya memperkuat tata kelola pengadaan energi, Bahlil melaporkan bahwa Presiden Prabowo telah menandatangani peraturan presiden terkait pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG secara langsung melalui skema antarpemerintah (government-to-government atau G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).

Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam pengurangan ketergantungan impor solar.

"Untuk solar Pak Presiden, alhamdulillah sudah tidak kita lakukan impor, jadi clear, khususnya solar (CN)48, solar CN51 kita masih sebagian melakukan impor," ucapnya.

Di sektor ketenagalistrikan, lanjutnya, pemerintah telah menangani gangguan pasokan listrik yang sebelumnya terjadi di Batam.

Bahlil menegaskan pemerintah terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional guna memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia mendapatkan layanan listrik yang stabil.

"Kami laporkan bahwa untuk kondisi listrik di Batam yang kemarin sempat error, sudah bisa tertangani dan sekarang program kita untuk listrik adalah bagaimana memastikan di semua wilayah tidak ada lagi pemadaman bergilir," katanya.