NADIKABAR.COM β Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja investasi dan sektor produktif yang terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
βEkonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,β ujar Menko Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.
Ia mengatakan dari segi manufaktur optimis, PMI (Purchasing Managersβ Index) naik lagi di 52,4, yaitu di atas 50.
"Kemudian surplus dagang kita juga positif 7,25, dari segi konsumen positif 118,1, pengangguran sejak 94 ini pengangguran terendah Pak Presiden, 4,65 persen, dan rasio gini juga terus membaik 0,368," imbuhnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut pemerintah juga terus menjaga disiplin fiskal dan stabilitas sistem keuangan untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Dia melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar 1,24 persen dan masih sesuai dengan arah yang direncanakan.
Dari sisi moneter, Airlangga mengapresiasi keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. Sementara itu, dia menyebut imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun tercatat sebesar 7,21 persen.