"Kontribusi yang paling besar banyak yang dari Australia bulan lalu, ada Cina lagi. Tergantung session-nya, kadang-kadang Australia tetap nomor satu, kadang-kadang tim redaksi Cina dan India," imbuh dia.

Rai mengakui erupsi Gunung Anak Krakatau sempat berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terutama rute domestik dari dan menuju Jakarta. Meski begitu, ia menyebut sejauh ini kondisi tersebut belum terlalu berdampak terhadap okupansi hotel di Bali.

"Tentu ada pengaruh, sedikit pergeseran, tapi tidak banyak," imbuhnya.

Menurut Rai, wisatawan yang penerbangannya terdampak masih memiliki sejumlah alternatif. Wisatawan yang tertunda keberangkatannya dari Bali menuju Jakarta dapat memperpanjang masa liburan. Sementara penumpang dari Jakarta menuju Bali dapat memilih penerbangan melalui kota lain.

Rai justru khawatir dengan kenaikan harga tiket pesawat sebagai dampak meningkatnya harga avtur. Menurutnya, mahalnya harga tiket pesawat dapat berdampak terhadap sektor pariwisata Bali, khususnya kunjungan wisatawan domestik.