Rai mengatakan wisatawan domestik umumnya mempertimbangkan biaya perjalanan secara keseluruhan sebelum memutuskan untuk liburan ke pulau Dewata.
"Yang saya khawatirkan adalah dampak pariwisata, khususnya domestik. Orang, kan, selalu hitung-hitungan kalau berlibur itu," kata Rai.
PHRI Bali berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat melakukan efisiensi pada komponen biaya lain agar kenaikan harga tiket tidak terlalu tinggi. Selain itu, Rai juga berharap para turis tetap memilih Bali sebagai tujuan liburan meski harga tiket pesawat meningkat.
Meski begitu, Rai meyakini kenaikan harga tiket pesawat tidak akan terlalu mempengaruhi kunjungan turis asing. Menurutnya, Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara.
"Bali masih tetap menjadi tujuan wisatawan dunia. Sampai saat ini sih mulai bulan Agus dan September itu justru sudah mulai stabil. Jadi target kami nanti sampai akhir tahun 7 juta (kunjungan) kami harapkan bisa tercapai, bahkan sedikit bisa di atas itu," pungkasnya.