3. Kurang melakukan aktivitas fisik
Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang berolahraga, dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Saat melakukan aktivitas fisik, otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Aktivitas fisik juga membantu tubuh merespons insulin dengan lebih baik.
Sebaliknya, kurang bergerak dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak dan membuat pengendalian metabolisme tubuh menjadi kurang optimal.
Anda tidak harus langsung melakukan olahraga berat untuk mulai lebih aktif. Berjalan kaki, bersepeda, bermain olahraga bersama teman, atau melakukan kegiatan fisik lain yang disukai dapat menjadi pilihan.
Bagi remaja, aktivitas fisik sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ingin menurunkan berat badan.
Kebiasaan mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan, terlalu sering memilih makanan tinggi kalori, serta kurang mengonsumsi sayur dan buah dapat memengaruhi kesehatan metabolisme.
Asupan minuman manis, seperti teh dengan gula berlebihan, minuman bersoda, dan minuman kemasan, juga perlu diperhatikan. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman tersebut dapat menambah asupan gula dan kalori harian.
Meski demikian, diabetes tidak muncul hanya karena seseorang sesekali mengonsumsi makanan manis. Risiko diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk keturunan, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
Untuk membantu menurunkan risiko, biasakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, memperbanyak sayuran dan sumber serat, memilih air putih sebagai minuman utama, serta memperhatikan ukuran porsi.
Tidak perlu menghilangkan seluruh makanan favorit secara mendadak. Perubahan kebiasaan secara bertahap dan konsisten dapat menjadi langkah awal yang lebih realistis.
Pradiabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi daripada batas normal, tetapi belum memenuhi kriteria diagnosis diabetes.
Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang mungkin tidak menyadari bahwa kadar gula darahnya sudah mengalami perubahan.
Pradiabetes dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berkembang menjadi diabetes. Perubahan gaya hidup dan penanganan yang sesuai dapat membantu menurunkan risiko atau menunda perkembangannya.
Jika Anda memiliki faktor risiko diabetes, pemeriksaan gula darah dapat membantu mengetahui kondisi tubuh lebih awal. Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai berdasarkan usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko yang dimiliki.
6. Memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan kolesterol