Banyak pelajaran yang diambil Dian Sastrowardoyo dari sosok Kinan dalam novel, salah satunya adalah cara menilai kapasitas diri melalui tindakan nyata.

"Nah, aku malah terinspirasi sama Mbak Kinan dalam hal itu gitu. Jadi dalam apa pun yang kita lakukan, kayaknya kita sebagai kumpulan punya semangat, punya kecintaan, (dan) punya banyak hal itu. Bagaimana kita mengukur diri kita itu lewat kontribusi kita yang diberikan kepada tujuan bersama," kata Dian.

Menurut Dian, cara Kinan mengatur pergerakan mahasiswa dalam novel tersebut relevan dengan cara ia mengaplikasikan peran tersebut dalam film.

"Kalau Kinan ini kan dia kebetulan perempuan, tapi sebenarnya dia tidak pernah membedakan (gender). Dia perempuan, dia menolak (keistimewaan) wanita. Dia ya mahasiswa, anak tentara, dan berjuang dalam pergerakan mahasiswa ini," kata Dian.