Dian mengagumi Kinan karena mampu memimpin pergerakan tanpa memandang sekat gender.

"Yang aku selalu kagum sama dia itu, kunci di mana dia tidak pernah membedakan diri sebagai perempuan tokoh muda. Tapi dia, ya kebetulan dia memang (berada di) posisi taktis, menentukan strategi dan kelompok, dan bagaimana strategi perlawanannya (serta) pergerakannya," kata Dian.

Tokoh Kinan juga digambarkan menolak dispensasi khusus atas dasar gender dalam ruang perjuangan.

"Dia enggak manja, gitu lho. Hanya karena perempuan, terus kemudian dia kayak banyak (meminta) atau mungkin banyak memberikan keringanan kelebihannya dalam kontribusi ke duniaku. Itu enggak, gitu," kata Dian.