NADIKABAR.COM — Boris Bokir dan Donny Damara, menyoroti stigma terhadap anak yang dicap nakal lewat film drama komedi keluarga Yang Disebut Nakal. Keduanya mengajak orang tua melihat lebih jauh perilaku anak, termasuk memahami perasaan dan latar belakang yang membentuk mereka.
Film garapan sutradara Benni Setiawan itu, diproduksi DLK Pictures dan INHYPE Pictures. Mengangkat persoalan keluarga dan tumbuh kembang remaja, film ini menyoroti bagaimana label nakal kerap diberikan tanpa memahami persoalan yang sebenarnya dihadapi anak.
Boris Bokir, yang berperan sebagai Goklas Panjaitan, pelatih di Bina Laku Wanareksa, menilai anak sering kali dicap nakal karena belum mendapatkan ruang untuk menyampaikan keinginan dan perasaannya.
"Persepsi nakal? Ya itu tadi, memang dia kayaknya belum dipahami seutuhnya. Kenapa tidak dipahami seutuhnya? Karena belum didengar seutuhnya," kata Boris dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Boris, mendidik anak bukan hanya soal memberikan aturan, tetapi juga membangun komunikasi dua arah. Orang tua perlu mendengarkan aspirasi anak sebelum menentukan cara yang tepat untuk mengarahkannya.
"Kalau saya waktu kecil dulu, didikan orang tua zaman dulu lebih banyak searah. Kalau yang sekarang mungkin harus lebih banyak mendengarkan dulu. Baru dicari formulanya biar ada deal-nya, biar ada perjanjiannya," lanjutnya.
Senada dengan Boris, Donny Damara yang memerankan Pak Surya, salah satu pembina di Bina Laku Wanareksa, memandang kenakalan sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Namun, menurutnya, kebebasan tetap harus disertai kesadaran untuk bertanggung jawab atas setiap tindakan.
"Tapi saya nggak pernah ngelarang anak saya nakal. Nakalnya terbatas dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Donny.
Sementara itu, Aming yang berperan sebagai Yayat, pelatih di Bina Laku Wanareksa, melihat anak yang dianggap nakal belum tentu memiliki karakter buruk. Bisa jadi, mereka sedang kebingungan dan membutuhkan arahan dari orang dewasa.
"Nakal itu cuma masalah persepsi. Kalau saya pribadi, pas ngobrol bareng mereka waktu breakdown karakter dan breakdown script, kita analisa, sebenarnya tuh nggak ada anak yang nakal. Tapi yang ada anak yang bingung," kata Aming.
Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan kebutuhan anak untuk dipahami. Menurutnya, tanggung jawab mendidik anak tetap berada di tangan orang tua, termasuk ketika anak mengikuti program pembinaan.
"Anak-anak bingung yang butuh arahan, yang kadang orang tua suka abai. Cuma pengen dimengerti. Tapi kadang frekuensinya masing-masing belum nemu," tuturnya.
Sutradara Benni Setiawan menegaskan, karakter dalam film ini tidak sesederhana pembagian anak baik dan anak nakal. Setiap karakter memiliki sisi berbeda yang perlu dipahami, meski perilaku mereka tetap harus dipertanggungjawabkan.
Produser DLK Pictures Diana Limbong dan Executive Producer INHYPE Pictures Ryan Prasetyo, juga berharap film ini mengajak penonton untuk tidak terburu-buru menghakimi seseorang, terutama anak-anak yang masih dalam proses bertumbuh.
Yang Disebut Nakal mengikuti sekelompok remaja dari latar belakang berbeda yang harus menjalani program pembinaan selama 21 hari di tempat terpencil. Di sana, mereka dituntut beradaptasi dengan aturan baru, belajar bertanggung jawab, serta menghadapi konflik dan persoalan keluarga masing-masing.
Film ini memadukan komedi dari keseharian para remaja dengan isu stigma, kesepian, dan kebutuhan untuk didengar. Di balik perilaku yang dianggap memberontak, tersimpan persoalan yang belum tentu diketahui orang dewasa.
Selain Donny Damara, Boris Bokir, dan Aming, film ini turut dibintangi El Putra, Fatih Unru, Giulio Parengkuan, Jeremi Moreman, Andrew Baret, Richard Deric, dan Rafi Sanjaya. Yang Disebut Nakal dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027.