"Kalau untuk penyisihan grup sama 32 besar, lawannya masih seimbang dengan Indonesia. Untuk 16 besar sudah berat karena itu sudah ranking satu dunia," ujarnya.
Didit bahkan menggambarkan ketatnya persaingan para anggar di Asian Para Games kali ini tidak jauh berbeda dengan level Paralimpiade.
"Ini Asia rasa Paralimpiade pertandingannya. Sangat seru, horor juga," katanya.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Didit menilai pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya.
Ia menyadari masih membutuhkan tambahan jam terbang, terutama melalui pertandingan uji coba dan latihan tanding bersama atlet yang memiliki kemampuan di atasnya.