Setelah unggahannya menjadi perbincangan luas, pemilik restoran tersebut memberikan klarifikasi tambahan dalam wawancara bersama media lokal, Phuket Times.

Ia menegaskan tidak bermaksud memicu konflik melalui komentarnya. Dirinya menjelaskan bahwa pembatalan sepihak oleh kurir membuat pihak restoran menanggung kerugian, sekaligus menyebabkan keterlambatan pengiriman yang berujung pada ketidakpuasan pelanggan.

"Jika Anda seorang kurir, terkadang Anda tidak bisa memilih apa yang harus diantar," ujarnya, seperti dikutip dari Phuket Times.

Ia menambahkan, jika batasan keyakinan membuat pekerjaan sebagai kurir terasa terlalu sulit dijalani, mungkin lebih baik mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan prinsip agama yang dianut.

Identitas kurir maupun nama restoran yang bersangkutan tidak diungkap secara terbuka dalam unggahan tersebut. Hingga artikel ini dibuat, belum ada tanggapan resmi dari kurir yang dimaksud maupun pihak platform layanan antar terkait insiden ini.