NADIKABAR.COM — Dietplastik Indonesia mendorong pengukuran emisi metana menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah dan kebijakan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

"Pengukuran emisi metana perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah dan kebijakan mitigasi perubahan iklim," kata Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia Tiza Mafira dalam "Methane Emissions Reduction Initiative for Transparency (MERIT) Conference 2026" di Jakarta, Selasa.

Diketahui, metana (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat dihasilkan dari pembusukan sampah organik, terutama ketika sampah menumpuk dan terurai dalam kondisi minim oksigen.

Saat terlepas ke atmosfer, metana menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan bumi sehingga sebagian energi panas tertahan lebih lama di atmosfer dan berkontribusi terhadap pemanasan global.

Oleh karena itu pihaknya memandang pengukuran emisi metana bernilai penting untuk mengetahui besarnya emisi yang berasal dari sektor sampah, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan upaya pengurangannya.

Lebih lanjut Tiza mengatakan pemerintah daerah (pemda) perlu meningkatkan kapasitas untuk mengukur dan memantau emisi metana serta menggunakan data tersebut untuk memperbaiki perencanaan pengelolaan sampah.

"Kami melihat pemda perlu meningkatkan kapasitasnya dalam mengukur, memantau, menggunakan data emisi untuk melakukan perencanaan yang lebih baik tentang pengelolaan sampah, dan juga sebaliknya menggunakan data sampah untuk mendapatkan kebijakan pengurangan emisi yang lebih baik secara konsisten di wilayahnya," ujar Tiza.

Menurutnya, pengelolaan emisi metana dari sektor sampah perlu diarahkan dari sekadar pengukuran menuju upaya pengurangan emisi yang berbasis data.

"Jadi hari ini melalui MERIT Conference 2026, kita ingin bergerak from measurement to mitigation, dari pengukuran menjadi pengurangan emisi, dari data menuju kebijakan, dari proyek menuju sebuah sistem yang dapat terus berjalan dan direplikasi terus menerus," katanya.

Ia berharap konferensi tersebut dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun sistem pengurangan emisi metana dari sektor sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Indonesia.