NADIKABAR.COM — League Cup menjadi turnamen baru di kompetisi sepakbola Indonesia yang akan digelar mulai 3 November. Apa itu League Cup?

Sejatinya League Cup adalah penerus dari Piala Indonesia yang sudah lama mati suri sejak terakhir kali digelar pada 2019. Setelah lama didesak publik, akhirnya PSSI dan I.League kembali menggelar turnamen pendamping kompetisi.

Namun PSSI dan I.League memilih branding baru, turnamen lanjutan Piala Indonesia ini diputuskan menggunakan titel League Cup. Salah satu alasannya adalah pesertanya yang terbatas dari klub peserta kompetisi strata 1 (Super League) dan strata 2 (Championship) saja.

Bisa dibilang, League Cup ini setara dengan Carabao Cup (Piala Liga) di Inggris. Indonesia belum punya turnamen setara FA Cup yang mempertandingkan semua klub-klub profesional hingga amatir yang menjadi anggota dari federasi (FA).

Total 38 klub (18 Super League, 20 Championship) akan memainkan dua kali fase grup, tim juara grup melaju ke Babak 12 Besar, kemudian lanjut perempat final, semifinal, dan final. Semua partai penyisihan dari Babak 12 Besar hingga final formatnya hanya 1 leg.

Khusus Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda akan langsung menunggu di perempat final. Keistimewaan ini diberikan karena kesibukan agenda mereka yang juga mentas di ajang AFC dan AFF.

"Tim di Liga 2 (Championship) tentunya akan lebih motivasinya untuk menghadapi tim yang ada di Liga 1 (Super League)," kata Direktur Utama Borneo FC Samarinda Ponarto Astaman di sela-sela drawing League Cup di Kantor I.League, Rabu (7/10/2026).

"Sehingga ini memberi mereka kekuatan lebih atau daya di luarnya lebih untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa berhadapan dengan tim di Liga 1," ujarnya menambahkan.

Ponaryo dihadirkan I.League sebagai perwakilan mantan pemain yang pernah merasakan turnamen Piala Indonesia di masa bermainnya. Ada juga Firman Utina yang pernah menjadi juara Copa Indonesia 2005 dan 2006 bersama Arema Malang.

Ponaryo bersama Firman Utina dilibatkan I.League dalam proses pengundian turnamen ini. Mereka berdua menyambut positif kehadiran kembali turnamen pendamping kompetisi.

"Kita akan bisa melihat level dan kualitas tim kita, baik tim Liga 1 dan Liga 2 ada di mana levelnya," tutur Firman Utina.

"Itu yang paling terpenting dan yang membuat saya kagum adalah dibentuknya liga (League Cup) ini semakin banyak pemain lokal yang tumbuh. Termasuk pemain-pemain muda yang kita lihat tidak dapat jam bermain di senior, bisa mereka bermain di liga ini," ucapnya.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus, menyebut bahwa pihaknya akan mengusahakan juara League Cup ini akan mendapatkan tiket turnamen Asia. Jadi League Cup ini bukan hanya sekadar turnamen pendamping, tapi juga sebagai ajang meraih tiket kompetisi internasional.

"I.League akan propose kepada AFC sebagai bagian salah satu kontestan di AFC. Entah itu di Challenge (AFC Challenge League) atau kasta (strata) ketiga di AFC. Sehingga perlu satu tempat yang betul-betul bisa menambah daya saing," tutur Ferry Paulus.

"Sehingga slot nantinya ini benar-benar menjadi slot yang sangat kompetitif, sangat prestisius. Jadi kami akan carikan tempat yang bagus dari semua aspek," ucapnya.

Dalam kalender I.League, fase grup League Cup akan diselenggarakan pada 3-5 November, 24-26 November, dan 1-3 Desember 2026. Kemudian Babak 12 Besar akan digelar pada 15-17 Januari 2027, perempatfinal pada 30-31 Januari 2027, semifinal pada 21 April 2027, dan final pada 19 Mei 2027.