Korban pembacokan, Hamdan, mengaku sempat tidak menyangka pelaku akan bertindak nekat hingga melayangkan senjata tajam ke arahnya. Ia mengira perselisihan di awal hanyalah candaan karena mereka saling mengenal.

"Awalnya dia cuma mukul gak bawa sajam. Selang 15 sampai 20 menit, dia balik lagi bawa celurit. Kirain bercanda jadi gak saya ladenin. Pas saya berdiri, dia langsung bacok. Saya sempat tahan pakai meja, tapi akhirnya kena juga," beber Hamdan.

Melihat kondisi luka robek yang cukup serius serta pendarahan hebat pada bagian kepala korban, warga bersama rekan-rekannya segera melarikan para korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan tindakan medis darurat serta keperluan visum et repertum.

Kasus penganiayaan bersenjata tajam tersebut telah resmi dilaporkan ke Polsek Cibadak. Aparat kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangkap pelaku.