"Kami semua diberitahu bahwa Hillary (Clinton) akan menang. Masa keemasan atau masa kejayaan Amerika dianggap telah berakhir. Bahwa China digadang-gadang akan berjaya," kata Zacharia dalam wawancara itu.
"Saya ingat betul saat itu, karena baru saja kembali dari China, saya berpikir, 'Bagaimana mungkin China menjadi negara berikutnya yang akan berjaya?' Mereka bahkan tidak memiliki toilet yang layak," ucapnya.
Komentar Zacharia itu menjadi sorotan setelah Trump baru-baru ini membanggakan "hubungan yang sangat baik" dengan Presiden China Xi Jinping.
Dalam pertemuan puncak di Washington DC pada September lalu, Trump dan Xi membahas berbagai topik, mulai dari kecerdasan buatan (AI) dan perdagangan hingga konflik Iran yang menemui jalan buntu, serta mengonfirmasi bahwa mereka akan kembali bertatap muka pada tahun ini.