NADIKABAR.COM — Deep Intelligence Research (DIR) mencatat Danantara Indonesia mendapatkan respons positif dari masyarakat dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Percakapan mengenai Danantara juga diwarnai pemberitaan dan pesan resmi pemerintah tentang pengelolaan investasi negara, ekspor sumber daya alam, serta pembangunan hunian bagi korban bencana," ujar Direktur Riset dan Komunikasi DIR Neni Nur Hayati dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut sejumlah topik yang menarik perhatian publik, di antaranya kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui satu pintu, pembangunan hunian di Aceh Tamiang, dan capaian Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara.

Menurut Neni, dalam pemberitaan media arus utama, Danantara mencatat sentimen positif sebesar 90,1 persen.

"Narasi mengenai kemampuan Indonesia membangun hunian dalam jumlah besar dan memperkuat tata kelola investasi negara menjadi bagian dari pesan yang mendapatkan respons positif," ucapnya.

Kendati demikian, angka sentimen positif media arus utama tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan sikap seluruh masyarakat.

Neni menyatakan penilaian publik di media sosial memerlukan pembacaan tersendiri berdasarkan sumber percakapan, isi konten, dan konteks interaksi.

Pada periode 17-20 Mei 2026 terdapat 76.914 konten dari 51.824 akun memberitakan ekspor SDA satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), puncaknya pada 17 Mei 2006 dengan 9.121 konten.

Sementara, dari pemantauan percakapan digital selama Oktober 2025 hingga Oktober 2026, Danantara mencatat 2.949.062 juta engagement postingan bertopik, TikTok terbesar dengan 2.458.829 engagement postingan bertopik. Sedangkan, Instagram memuat konten terbanyak, yakni 53.356 konten.