NADIKABAR.COM — Dirjen Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama menyampaikan apresiasi kepada Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) atas pengungkapan 1,16 ton narkoba di perairan Sumatera Utara (Sumut). Dia mengatakan kasus narkotika di perairan Sumut ini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Saya sampaikan bahwa ini adalah merupakan suatu apresiasi, kebanggaan untuk para aparat keamanan gabungan dalam hal ini BNN, Beacukai, Polri, serta seluruh aparat yang lain yang telah berhasil melakukan pengungkapan jaringan internasional penyelundupan narkoba di wilayah Indonesia khususnya perairan Sumatera Utara, Selat Malaka, yang memang menjadi perhatian Bapak Presiden," kata Djaka Budhi saat konferensi pers bersama Polri dan BNN di Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Dia menuturkan perairan Sumut dikenal menjadi tempat penyelundupan barang terlarang. Baik barang ilegal maupun narkoba.
"Bahwa perairan Sumatera Utara atau perairan Selat Malaka adalah tempatnya penyelundupan barang-barang terlarang. Baik narkoba ataupun barang-barang terlarang lainnya," ujarnya.
Djaka menyampaikan pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penyelundupan narkotika di Anambas pada Agustus lalu. Dia menegaskan kasus ini tidak dapat terungkap bila tidak ada kerja sama dan kolaborasi.
"Keberhasilan ini tentunya menunjukan suatu kesinambungan yang tidak putus. Ini adalah upaya analisa intelijen berdasarkan pengungkapan peristiwa sebelumnya, yaitu kapal Fuchangxing yang kita tangkap di perairan Natuna. Jadi ini merupakan hasil pengembangan dari kegiatan sebelumnya," ucapnya.
"Saya sampaikan sekali lagi, apresiasi setinggi-tingginya bahwa kolaborasi yang dilakukan membuahkan hasil yang masksimal. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kita berkolaborasi pastinya menunjukan hasil yang maksimal," lanjutnya.
Lebih lanjut, Djaka memastikan Bea Cukai akan mendukung pemberantasan narkoba di Indonesia. Terutama di area perbatasan Indonesia.
"Bea Cukai khususnya, akan terus hadir membantu ataupun mendukung pemberantasan narkoba di seluruh Indonesia ketika itu melalui lintas batas, baik itu di perairan di titik masuk Indonesia maupun di perbatasan negara Indonesia," imbuhnya.