"Program stimulus ini diproyeksikan dapat dimanfaatkan oleh 188.909 penumpang pejalan kaki dan 467.118 unit kendaraan," ujarnya.

Dia berharap cakupan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah yang mengandalkan transportasi penyeberangan untuk mendukung mobilitas selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

"Perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga maupun menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia," tuturnya.

Karena itu, kata dia, guna mendukung mobilitas masyarakat pada periode tersebut, pemerintah menghadirkan stimulus ekonomi melalui kebijakan diskon tarif transportasi, termasuk pada layanan angkutan penyeberangan.

"Kebijakan ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih terjangkau sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau," kata Heru.