Menurut Rizal, kesinambungan penyerapan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.
Selain menyerap gabah, Bulog terus memperkuat pengelolaan cadangan beras pemerintah agar siap digunakan ketika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Hingga 8 November 2026, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog telah mencapai sekitar 4,5 juta ton sebagai hasil penguatan penyerapan sepanjang tahun berjalan.
Rizal optimistis kesinambungan penyerapan gabah petani dan penguatan cadangan beras pemerintah akan memperkokoh ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan iklim serta dinamika ekonomi dan geopolitik global.
"Sesuai perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Pak Menko (Menko Pangan Zulkifli Hasan), Pak Mentan (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman), walaupun target empat juta ton sudah terpenuhi, Bulog diperintahkan untuk tetap menyerap hasil gabah petani sampai Desember," kata Rizal.
"Nanti di Januari lanjut lagi, non-stop pokoknya. Tiada hari tanpa penyerapan," ujar Rizal.