NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin membantah kabar yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sekitar Rp2 miliar dari dirinya.
Bantahan tersebut disampaikan Bobby usai memberikan keterangan terkait kunjungannya di wilayah Yogyakarta untuk melakukan inspeksi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
"Hari ini saya berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi guna memastikan keselamatan di perlintasan sebidang," ujar Bobby terkonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Bobby mengatakan PT Kereta Api Indonesia terus mengupayakan langkah terbaik untuk mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api dan menuju target zero accident, khususnya dalam menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru sesuai arahan Presiden.
Setelah menjelaskan agenda inspeksi tersebut, Bobby kemudian memberikan tanggapan terkait pemberitaan yang menyebut dirinya terkait penyitaan uang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).