NADIKABAR.COM β Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memastikan kesiapan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api melalui peninjauan perlintasan sebidang menjelang periode angkutan liburan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
βKeselamatan adalah prioritas. Saya ingin memastikan langsung setiap pekerjaan berjalan baik dan seluruh jajaran KAI siap menghadapi musim hujan serta angkutan Natal dan Tahun Baru,β kata Bobby dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Bobby meninjau langsung tiga perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kualitas prasarana, termasuk pekerjaan Concrete Level Crossing (CLC), sekaligus mempersiapkan keselamatan perjalanan kereta api menjelang musim hujan dan Angkutan Natal 2026 serta Tahun Baru 2027.
Tiga lokasi yang ditinjau meliputi JPL 707 di Dusun Tapen, Kalurahan Argosari, Kabupaten Bantul; JPL 704 di Bantar Kulon, Kabupaten Kulon Progo; serta JPL 739 di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Bobby menegaskan kesiapan prasarana harus dipastikan melalui pengawasan langsung agar perjalanan kereta api tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat terjaga.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi seluruh jajaran KAI dalam menjaga keandalan operasional dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
βFokus saya adalah menjaga keselamatan, dan memastikan pelayanan KAI terus semakin baik. Masyarakat harus mendapatkan layanan terbaik,β tegas Bobby.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh operator sektor transportasi menyiapkan rencana operasi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna mengantisipasi kepadatan, risiko, serta kondisi darurat.
Menhub menegaskan setiap operator wajib memastikan kesiapan armada, awak kendaraan, dan sistem operasional agar pelayanan transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru berlangsung tertib serta andal.
"Saya meminta setiap pimpinan operator menyiapkan rencana operasi Natal dan Tahun Baru," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/11).
Rencana operasi harus memuat pengendalian risiko, kesiapan menghadapi lonjakan penumpang, pengaturan kapasitas angkutan, serta langkah penanganan keadaan darurat apabila terjadi gangguan pelayanan transportasi.
Kementerian Perhubungan juga meminta seluruh operator memastikan armada memenuhi persyaratan keselamatan melalui pemeriksaan berkala sehingga seluruh moda siap melayani mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Selain armada, kesiapan pengemudi dan petugas menjadi perhatian karena kualitas pelayanan sangat ditentukan kompetensi, kesehatan, serta kemampuan mereka menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan.