NADIKABAR.COM — Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhamad Ihwan mengatakan gotong royong masyarakat adat menjadi kunci percepatan pemulihan Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
"Dalam gotong royong itu ternyata keterampilan membuat rumah masih ada. Regenerasi terlihat di sana dan anak-anak muda ikut berpartisipasi gotong royong," ujar dia di Mataram, Senin.
Ihwan mengatakan keterlibatan aktif masyarakat dan generasi muda menjadi salah satu faktor yang membuat proses pembangunan berjalan cepat di Kampung Adat Sade.
Menurut dia, kondisi itu menunjukkan bahwa keterampilan tradisional dalam pembangunan rumah adat masih terpelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dukungan membangun kembali kampung juga datang dari kerabat masyarakat Sade yang tinggal di luar dusun. Mereka menyumbangkan kayu-kayu tua yang telah berusia ratusan tahun untuk digunakan sebagai penopang bangunan.
"Dalam waktu dua bulan, kami berhasil membangun kembali Sade hampir 55 (bangunan)," kata Ihwan.
Dinas Kebudayaan NTB menargetkan jumlah bangunan yang rampung bisa terus bertambah hingga 75 unit agar bisa dilakukan proses kurasi atau penyesuaian bangunan dengan ketentuan adat pada Desember 2026.
Ihwan menegaskan pembangunan kembali Kampung Adat Sade tidak sekadar mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi harus menghasilkan kawasan yang lebih baik tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.
"Kenapa pembangunan Sade begitu cepat? Itu karena kombinasi antara pemerintah, organisasi swasta, dan masyarakat Sade," ujar dia.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, data sementara sumbangan untuk pemulihan pembangunan rumah adat Sade mencapai Rp4,7 miliar.
Sejumlah donatur yang menyumbang adalah Sapo Development Indonesia senilai Rp2 miliar, artis Raffi Ahmad sebesar Rp1 miliar, Kementerian Pariwisata Rp800 juta, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Rp200 juta, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Rp60 juta, Bank BTN Rp75 juta, PT Otsuka Rp500 juta, serta Yayasan Chili Community House Rp410 juta.