"Ekosistem di Kota Cirebon sudah cukup bagus. Artinya, bagaimana kemudian kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, media, perguruan tinggi itu sudah cukup bagus," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Disbudpar bersama pihak terkait sedang merumuskan konsep yang rencananya diajukan kepada Kemenekraf pada Desember 2026.
Agus mengatakan pengembangan tersebut akan memanfaatkan sejumlah kawasan yang telah memiliki aktivitas kreatif, termasuk cagar budaya yang diintegrasikan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satu contohnya, kata dia, Museum Topeng yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat melihat koleksi budaya, melainkan dapat menjadi ruang lokakarya batik, diskusi, pengembangan industri kreatif, dan kegiatan literasi.
"Selain itu, kawasan Tabalong telah memiliki kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, BUMN, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), termasuk melalui paket wisata edukasi EduTrain," ujarnya.