Kemenhub memberikan respons terkait sejumlah unit KRL produksi PT INKA yang kerap ditarik dari lintasan (recall) untuk perawatan dan perbaikan teknis.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyampaikan keprihatinannya atas gangguan layanan KRL akibat penarikan armada tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Namun ia menegaskan Kemenhub sebagai regulator juga tidak akan mengizinkan armada yang bermasalah tetap dipaksakan beroperasi demi keamanan para penumpang.

Kemenhub menegaskan bahwa seluruh armada yang melayani masyarakat wajib tunduk pada spesifikasi teknis dan standar keselamatan penerbangan/perkeretaapian tanpa kompromi.

"Terkait KRL memang kami sangat prihatin bahwa banyak kereta beberapa minggu terakhir perlu di-recall. Karena itu mengurangi kapasitas pelayanan. Tapi apa boleh buat, yang perlu kita pastikan kan kelaikan operasi dari alat transportasi tersebut," tegas Alan dalam media briefing bersama Forwahub, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

"Kita juga tidak ingin alat transportasi yang tidak layak melayani penumpang," tambahnya.

Alan menambahkan, Kemenhub bersama PT KAI dan PT INKA terus menggelar evaluasi teknis secara ketat untuk meneliti penyebab gangguan serta memastikan perbaikan segera dilakukan secara permanen.