Menurut Agus, tidak ada tindakan fisik dalam kejadian tersebut. Perselisihan hanya berupa adu argumentasi untuk memberikan pemahaman kepada pemotor.
Agus menegaskan edukasi tersebut dilakukan secara mobile di sejumlah titik. Petugas tidak selalu berjaga di satu lokasi karena cakupan wilayah yang harus dipantau cukup luas.
"Di banyak titik yang kita lakukan imbauan. Memang mobile, karena enggak mungkin kalau setiap titik kita jagai," ungkap Agus.
Agus berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat maupun petugas. Menurutnya, imbauan kepada pengguna jalan semata-mata dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat pelanggaran lalu lintas.
"Kami itu mengingatkan untuk keselamatan. Kalau melawan arus terjadi sesuatu, yang rugi juga masyarakat. Jangan sampai kalau rugi material enggak apa-apa, kalau sampai cacat, apalagi meninggal, itu yang kita tidak harapkan," ujarnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Jogja.