NADIKABAR.COM — Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur menyatakan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo ditutup sementara waktu imbas kebakaran hutan di tempat itu.
"Benar (jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup)," kata Kepala Dishut Jawa Timur Jumadi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.
Berdasarkan Surat Pengumuman dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo No.500.4.6.10/1886/123.7.2/2026, penutupan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang diberlakukan mulai per hari ini atau 17 Oktober 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Ia menyampaikan, penutupan dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman api sekaligus memastikan keselamatan pendaki.
"(Titik api) ada yang dekat (dengan jalur pendakian) tetapi kami juga berhitung ketika tidak dekat pun sumber daya yang dikerahkan bersama masyarakat bisa berkonsentrasi mengelola (menangani) kejadian," ujarnya.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari UPT Tahura Raden Soerjo, kebakaran hutan di kawasan taman hutan raya itu terjadi pada Jumat (16/10) sekitar pukul 11.00 WIB.
Titik kebakaran berada di Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 Pasuruan di Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan area terbakar di Puthuk Bulak, Guo Gambir, Tungwulung, Anjat, dan Gunung Ringgit.
Tahura Raden Soerjo menyatakan bahwa penanganan kebakaran melibatkan personel dari polisi hutan (polhut), Manggala Agni, dan relawan dengan total jumlah 27 orang.
Proses penanganan kejadian dilaksanakan dengan membuat sekat bakar dan pemadaman secara manual di area yang dapat dijangkau oleh petugas, yakni di Puthuk Bulak dan Tungwulung.
Kemudian, per hari ini regu pemadam tambahan juga disiapkan untuk membantu proses penanganan kebakaran hutan.
Hingga saat ini luas area terdampak kebakaran masih belum diketahui.