"75 ribu warga Kepri belum dapat pekerjaan. Paling dominan di Kota Batam," ujarnya.
Diky melanjutkan pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing calon tenaga kerja lokal di Kepri melalui berbagai pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pelatihan vokasi lebih banyak di sektor industri, seperti welder (pengelasan) yang dikhususkan untuk merakit dan memperbaiki folding gate (pintu lipat besi). Hal ini seiring pesatnya investasi masuk Kepri di bidang industri galangan, terutama di Kota Batam.
Kemudian, ada pula pelatihan di sektor Welhome Pro Manufacturing atau WPM, seperti menjadi barista (meracik kopi) hingga perhotelan, termasuk pelatihan perias pengantin supaya mereka bisa mandiri setelah ikut pelatihan.