"Rata-rata lulusan vokasi kita terserap pasar kerja, apalagi mereka dibekali sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," ungkap Diky.

Selain pelatihan vokasi, lanjut Diky, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan investasi masuk ke semua kabupaten/kota se-Kepri agar semakin banyak menyerap tenaga kerja.

Ia mengutarakan Batam memang masih menjadi magnet investasi dalam hingga luar negeri, bahkan dalam beberapa tahun ke depan akan ada sejumlah perusahaan besar asing akan berinvestasi di bidang data center atau artificial intelegent (AI), dengan nilai investasi mencapai ratusan triliun rupiah.

"Ini juga jadi PR(pekerjaan rumah) kita dalam menyiapkan tenaga kerja lokal berkompeten agar terserap maksimal sesuai kebutuhan perusahaan besar yang masuk ke Kepri," ucapnya.