Peran suami dan keluarga juga menjadi perhatian. Siska menegaskan keselamatan ibu dan bayi tidak bisa dibebankan hanya kepada perempuan. "Memperkuat peran suami dan keluarga, karena keselamatan ibu dan bayi bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama dalam keluarga," ujarnya.

Selain itu, kesinambungan KB pascapersalinan akan diperkuat. Hal ini dilakukan agar keluarga dapat segera merencanakan kehamilan berikutnya dan mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Siska menilai sorotan Menkes terhadap Jabar tidak semata-mata harus dimaknai sebagai kritik. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi alarm untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"Kami memandang pernyataan Menteri Kesehatan bukan semata sebagai kritik terhadap daerah, tetapi sebagai alarm sekaligus momentum untuk memperkuat gerakan bersama," kata Siska.

Jabar memiliki jumlah penduduk yang besar. Oleh karena itu, keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi di Jabar dinilai akan berpengaruh signifikan terhadap pencapaian target nasional.

"Prinsip yang perlu kita bangun adalah 'Kehamilan yang direncanakan, keluarga yang siap, pelayanan yang berkualitas, dan rujukan yang cepat merupakan satu rangkaian untuk menyelamatkan ibu dan bayi'," ujarnya.