Di samping itu, Cahya mengimbau para wisatawan dan calon penonton MotoGP agar lebih waspada serta bijak menghadapi ulah spekulan atau broker akomodasi.

Menurutnya, pergerakan perantara yang mematok harga kamar di luar kewajaran dapat merugikan konsumen serta merusak citra pariwisata daerah.

Tidak hanya dari pihak pemerintah, konsumen atau wisatawan juga harus cerdas dalam memilah dan memilih akomodasi.

"Kami punya banyak pilihan yang tersedia, termasuk hotel melati. Jika tarif yang ditawarkan pihak perantara dinilai tidak realistis, bisa cari alternatif lain," katanya.