NADIKABAR.COM — Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan sekitar 4.000 kamar hotel untuk menyambut ajang balap internasional MotoGP Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Kamis, mengatakan, kesiapan sarana akomodasi ini mencakup berbagai tingkatan hunian, mulai dari hotel berbintang hingga hotel melati.
"Kesiapan kamar hotel kami di Mataram saat ini sekitar 3.000-4.000 kamar," katanya.
Dikatakan, ketersediaan kamar tersebut dipastikan terus berkembang seiring dibukanya sejumlah akomodasi baru di Mataram dan pihaknya berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi akomodasi untuk menampung lonjakan wisatawan dan penonton selama gelaran balap berlangsung.
Selain memastikan kesiapan kamar hotel, Dispar juga menaruh perhatian pada stabilitas tarif kamar selama ajang balap MotoGP berlangsung.
Untuk mengantisipasi lonjakan tarif yang tidak wajar, pihaknya telah mengumpulkan para pelaku usaha akomodasi, termasuk asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Hotel Mataram (AHM).
Ia menjelaskan, langkah konsolidasi tersebut dilakukan untuk membangun kesepakatan bersama terkait penetapan tarif batas atas yang rasional dan proporsional.
"Kami mengimbau para pengelola akomodasi agar mengedepankan asas kepatutan dan tidak memanfaatkan momentum event untuk meraup keuntungan secara berlebihan," katanya.
Di samping itu, Cahya mengimbau para wisatawan dan calon penonton MotoGP agar lebih waspada serta bijak menghadapi ulah spekulan atau broker akomodasi.
Menurutnya, pergerakan perantara yang mematok harga kamar di luar kewajaran dapat merugikan konsumen serta merusak citra pariwisata daerah.
Tidak hanya dari pihak pemerintah, konsumen atau wisatawan juga harus cerdas dalam memilah dan memilih akomodasi.
"Kami punya banyak pilihan yang tersedia, termasuk hotel melati. Jika tarif yang ditawarkan pihak perantara dinilai tidak realistis, bisa cari alternatif lain," katanya.