​Arah tersebut, kata dia, untuk meminimalkan penggunaan "kecimol" atau sound horeg dalam berbagai acara hajatan warga, seperti pernikahan atau sunatan, dan menggantinya dengan kesenian tradisional Gendang Beleq.

Terkait dengan itu, saat ini pihaknya mulai melakukan pendataan terhadap kelompok seni Gendang Beleq di Kota Mataram. dari catatan sementara terdapat lebih dari lima grup seni Gendang Beleq yang siap berpartisipasi meramaikan festival tersebut.

"Kami memprediksi jumlahnya akan terus bertambah menjelang pelaksanaan acara," katanya.