NADIKABAR.COM β Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan mengidentifikasi hambatan investasi, memetakan proyek potensial, serta merumuskan strategi pengembangan industri yang tepat sasaran dan berkelanjutan, melalui Focus Group Discussion (FGD) Potensi Peluang Investasi Sektor Industri di 'Bumi Antasari'.
Kepala Bidang Kerja Sama, Pengawasan, Promosi dan Investasi Industri Disperin Kalsel, Hasan, mengatakan penguatan investasi industri merupakan bagian penting dalam mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui program Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religius, dan Sejahtera) menuju Gerbang Logistik Kalimantan.
βMelalui FGD ini, kita ingin mengidentifikasi berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha maupun pemerintah daerah, memetakan peluang proyek investasi yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan, serta merumuskan strategi investasi industri Kalimantan Selatan yang tepat sasaran dan berdaya saing,β katanya di Banjarmasin, Kamis.
Menurut dia, pengembangan sektor industri sejalan dengan misi ketiga, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan syariah. Upaya tersebut difokuskan pada hilirisasi industri besar maupun kecil, pengembangan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, serta penguatan industri halal.
Ia menjelaskan, Kalsel memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas unggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi investor, khususnya pada sektor industri pengolahan.
Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri hilir agar mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing produk daerah.
Salah satu sektor yang memiliki peluang besar adalah industri agro dan kelapa sawit. Hilirisasi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi produk turunan seperti minyak goreng, oleokimia, hingga biodiesel dinilai dapat memperkuat struktur industri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.