Sementara itu, industri kecil dan menengah (IKM) kreatif berbasis kearifan lokal, seperti kain Sasirangan, kerajinan anyaman, dan olahan pangan khas Banua, perlu diperkuat agar dapat terintegrasi dengan jaringan rantai pasok industri yang lebih luas.
Dia menegaskan, optimalisasi seluruh potensi tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Upaya menarik investasi tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), asosiasi usaha seperti GAPKI, serta pengelola kawasan industri.
βInvestasi industri membutuhkan kerja bersama atau superteam. Karena itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kepentingan, dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Selatan,β katanya.
Ia berharap, hasil FGD tidak berhenti pada penyusunan rekomendasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui peta jalan atau roadmap pengembangan investasi industri yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Dengan perencanaan investasi yang terarah, Kalimantan Selatan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperkuat struktur industri daerah, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan visi Kalsel Bekerja menuju Gerbang Logistik Kalimantan.