NADIKABAR.COM — Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mencatat sebanyak 22,12 ton ikan mas di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Saguling mati massal akibat fenomena upwelling yang dipicu perubahan cuaca secara ekstrem.
Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti mengatakan kematian ikan terjadi setelah hujan terus-menerus memicu limpasan material limbah dari sungai ke badan waduk sehingga menyebabkan penurunan kualitas air dan kadar oksigen terlarut.
"Berdasarkan laporan yang diterima, total ada 22,12 ton ikan yang mati akibat 'upwelling'," kata Wiwin saat dikonfirmasi di Bandung Barat, Selasa.
Berdasarkan pendataan pengepul dan pembudidaya, kematian ikan tersebar di tujuh titik KJA dengan lokasi terdampak paling parah berada di Blok Ugrem, Kecamatan Cililin, dengan jumlah ikan mas mati mencapai 15 ton.