Kematian ikan juga tercatat di Blok Bongas sebanyak dua ton, Blok Cikadu tiga ton, Blok Balong dua ton, Blok Pakuwon di Desa Jati 50 kilogram, Blok Cijati di Desa Saguling 30 kilogram, serta Blok Mariuk di Desa Girimukti 40 kilogram.
Wiwin mengatakan peristiwa tersebut menimbulkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya sehingga diperlukan penanganan segera untuk menyelamatkan ikan yang masih hidup sekaligus mencegah pencemaran perairan akibat bangkai ikan.
"Pembudidaya harus segera memisahkan ikan yang masih hidup dari bangkai ikan yang mati, kemudian memindahkannya ke wadah pemeliharaan terpisah untuk dibesarkan atau segera dipanen," katanya.
Dispernakan KBB juga meminta pembudidaya segera mengangkat bangkai ikan dari area KJA dan menguburnya di lokasi yang jauh dari sumber air serta permukiman guna mencegah pembusukan dan pencemaran lanjutan.