Daerah lainnya, kata dia, di antaranya Kecamatan Limbangan seluas 345 hektare, kemudian Samarang seluas 318,75 hektare, dan Kadungora seluas 316,11 hektare yang masih bisa panen karena terdapat pengairan yang cukup meski saat tanam sedang kemarau.

"Bisa panen di musim kemarau karena kan ada sawah-sawah kita yang masih punya cukup air dari irigasi," katanya.

Ia mengatakan, musim kemarau tahun ini telah memberikan dampak lahan sawah terancam kekeringan, dan ada juga yang dilanda puso atau gagal panen seluas 221,40 hektare atau hanya sekitar 0,47 persen.

Lahan sawah yang puso itu, menurut dia, karena sama sekali tidak mendapatkan pasokan air irigasi di saat usia tanam sekitar dua bulan yang masih membutuhkan air.