"Kami tentu sangat kecewa dengan pihak SPPG. SOP itu sebenarnya sudah ada dan lengkap, mulai dari penerimaan bahan baku, pemeriksaan kualitas, proses memasak sampai pendistribusian. Yang menjadi persoalan adalah apakah SOP itu benar-benar dijalankan?" Kata Nahwan Mas'udi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Investigasi masih berjalan dengan penanganan korban tetap menjadi prioritas.

"Untuk saat ini belum ada penetapan tersangka. Fokus pertama adalah penanganan korban. Tetapi kalau dalam investigasi ditemukan pelanggaran hukum, tentu proses hukum terbuka dan akan dilakukan sesuai aturan," jelasnya.

Bupati Sidoarjo Subandi sebelumnya mengaku kecewa karena pihak SPPG dinilai lepas dari tanggung jawab biaya perawatan korban. Ketua Satgas MBG Jatim Emil Elestianto Dardak memastikan Pemprov Jatim siap membantu memastikan pengobatan para santri dan pelajar terdampak.

"Pokoknya, pokoknya kalau kami fokusnya yang pengobatannya harus ter-cover dari kami. Bahwa SPPG bertanggung jawab atau tidak terkait itu, nanti kita konfirmasi lagi ke Pak Bupati," kata Emil di Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Emil juga menegaskan SPPG Kalitengah telah disuspend oleh BGN.

"Bukan teguran lagi, di-suspend kok. Di-suspend sama BGN. Cuma saya kan kemarin sudah rapat emergency dengan semua, sudah ada rapat, kita nyebutnya rapat emergency-lah dengan semua Satgas dan juga masukannya sudah kami sampaikan ke Pak Sudaryono Kepala BGN tadi melalui telepon, ya. Mungkin nanti dalam waktu dekat segera kami umumkan hasilnya," tandasnya.