Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kepedulian terhadap kebersihan serta kenyamanan rumah ibadah sebagai tempat umat menjalankan aktivitas keagamaan.
Ia mengatakan kehadiran jajaran Ditjen Bimas Buddha di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk melihat kondisi rumah ibadah secara langsung, memahami kebutuhan umat, serta memperkuat kualitas pelayanan keagamaan.
“Kami mengajak semua karyawan kita, baik yang di pusat maupun di daerah, agar juga melakukan kebajikan mendekat kepada umat. Sehingga seluruh jajaran Bimas Buddha itu bukan hanya dipandang sebagai pejabat saja, namun sesungguhnya kami ini adalah pelayan umat, abdi masyarakat, abdi negara,” kata dia.
Melalui aksi tersebut, jajaran Ditjen Bimas Buddha juga berinteraksi dengan pengurus rumah ibadah dan umat untuk mendengar aspirasi serta memahami harapan mereka terhadap pelayanan pemerintah.