"Harapan saya besar kepada mereka, semoga konten-konten yang mereka hasilkan di next-nya itu bisa lebih mempunyai value, bisa lebih mempunyai kualitas gambar yang bagus," katanya.
Tak sekadar pra-produksi, sesi ini juga membedah agar produksi hingga pascaproduksi video semakin menarik. Bagi humas instansi pemerintah, kemampuan tersebut menjadi relevan karena informasi mengenai program dan kegiatan pemerintah perlu dikemas sesuai karakter audiens dan platform yang digunakan.
Digital Storytelling untuk Instansi
Selain kemampuan teknis dalam produksi video, peserta The Classroom juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi membangun narasi untuk media sosial dalam sesi Strategical Design, Storytelling & Social Media. Sesi ini memberikan pemahaman mengenai strategi pengemasan pesan dan pengembangan narasi demi memperkuat sarana komunikasi publik.
Lead Social Media Analyst and New Program NadiKabar Octavianus Tri Endiarto menjelaskan sebuah konten perlu memiliki hook yang mampu menarik perhatian audiens. Setelah perhatian didapatkan, konten juga perlu mempertahankan minat penonton hingga akhir serta memberikan added value atau nilai tambah.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat dan memberikan like, tetapi juga memahami pesan yang disampaikan serta terdorong untuk berinteraksi dengan konten.
"Jadi orang-orang nggak cuma sekadar konten lewat atau konten misalnya, 'oh, kita ada kegiatan ini', tapi kegiatan itu sebenarnya berdampak atau untuk siapa sih?," jelas Endik.
Endik menambahkan kreator konten perlu mengulik sebuah informasi dari perspektif audiens. Dengan demikian, pesan yang disampaikan tidak berhenti pada informasi mengenai kegiatan, tetapi juga menjelaskan konteks, manfaat, dan pihak yang terdampak.
Selain memahami audiens, peserta juga dibekali sejumlah formula atau rumus untuk membantu proses crafting konten. Formula tersebut dapat digunakan sebagai kerangka awal sebelum dikembangkan melalui berbagai tools dan riset media sosial.
Endik berharap formula yang diberikan dapat membuat peserta lebih mudah menentukan struktur konten, termasuk ketika harus merespons isu atau topik yang sedang banyak dibicarakan masyarakat.
"Oke. Hopefully tadi sempat share berbagai macam rumus-rumus ya. Jadi, ada banyak rumus. Semoga rumus-rumus ini bisa berguna untuk mempermudah pekerjaan mereka ketika mereka nge-crafting sebuah konten," kata Endik.
"Mereka nggak perlu bingung kayak susunannya 'kayak gimana ya?', atau 'ini aku harus ngomong kayak gimana ya?'. Jadi, mereka bisa menggunakan rumus tadi, di-elaborate dengan berbagai macam tools," sambungnya.