Riset juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Menurut Endik, humas dapat melihat apa yang sedang banyak dibicarakan masyarakat untuk menemukan pain point atau persoalan yang menjadi perhatian audiens.
Dari sana, informasi dapat dielaborasi dan disampaikan melalui medsos dengan lebih mudah. Pendekatan ini membuat proses pembuatan konten tidak hanya berangkat dari pertanyaan 'apa yang ingin disampaikan instansi', namun juga 'informasi apa yang sedang dibutuhkan dan berdampak bagi masyarakat'.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy Lumban Gaol mengatakan peningkatan kapasitas komunikasi publik menjadi bagian penting untuk memastikan informasi mengenai program pemerintah dapat dipahami masyarakat.
Menurut Freddy, kerja sama Ditjen Hortikultura dengan NadiKabar juga menjadi upaya menyiapkan SDM yang mampu menyusun narasi publikasi sesuai kaidah jurnalistik.
"Informasi publik yang baik tidak hanya sekadar sampai ke pembaca, tetapi juga harus mampu membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat. Kerjasama Direktorat Jenderal Hortikultura dengan Classroom NadiKabar ini menjadi komitmen nyata kami untuk mencetak SDM yang terampil menyusun narasi publikasi sesuai kaidah jurnalistik, sehingga keberhasilan program hortikultura dapat terdiseminasi secara efektif dan berdampak," ujar Freddy.
Sementara itu, Kapoksi Hukum, Layanan Perizinan, Humas dan Informasi Publik Ditjen Hortikultura Kementan Armilawaty Razak mengatakan kegiatan The Classroom by NadiKabar ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tim kreatif Ditjen Hortikultura.
Menurutnya, kemampuan tersebut dibutuhkan agar program strategis, termasuk Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), dan kebijakan Ditjen Hortikultura dapat dikomunikasikan secara lebih efektif.
"Kami dari Ditjen Hortikultura mengadakan kegiatan Classroom berkolaborasi dan bekerja sama dengan NadiKabar selama tiga hari dua malam. Bertujuan untuk memberikan peningkatan kemampuan komunikasi kepada teman-teman atau tim kreatif dari kami, Direktorat Jenderal Hortikultura," ujar Armilawaty.
Armilawaty menjelaskan peningkatan skill komunikasi tersebut diharapkan dapat membantu peserta dalam mempertajam narasi, baik ketika membuat rilis maupun mengembangkan exposure program melalui medsos.
"Sehingga diharapkan program-program tersebut teman-teman bisa memanfaatkan komunikasi, penajaman narasi, baik dalam pembuatan rilis maupun dalam mengembangkan ekspos-ekspos untuk di media sosial, agar dapat tersampaikan dengan efektif, dengan baik kepada seluruh masyarakat, khususnya para petani dan bisa berdampak lebih luas," lanjutnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini digelar oleh Ditjen Hortikultura bersama NadiKabar di Wisma Pertanian Cipayung, Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada 23-25 September 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan komunikasi publik jajaran internal, khususnya dalam penguatan jurnalistik, strategi media sosial, branding, dan produksi konten digital melalui pembelajaran interaktif bersama para praktisi media.