NADIKABAR.COM — Rencana penyelenggaraan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Piala Wali Kota Tasikmalaya yang akan digelar akhir bulan ini ditolak ulama. Kejuaraan Domino itu pun ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Event itu sedianya digagas Pengcab ORADO Kota Tasikmalaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25, Hari Santri Nasional, dan Hari Sumpah Pemuda.

Langkah penundaan ini diambil setelah muncul penolakan serta imbauan dari sejumlah ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya demi menjaga kondusivitas serta julukan Tasikmalaya sebagai "Kota Santri".

Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyampaikan tausiyah dan imbauan resmi terkait gelaran kompetisi domino tersebut. Meski MUI tetap menghargai ikhtiar ORADO dalam membina atlet dan olahraga prestasi, pihaknya mengimbau agar momentum penyelenggaraannya dievaluasi.

"MUI mengimbau ORADO, KONI, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk meninjau kembali jadwal dan mengalihkan Kejurcab ORADO Piala Wali Kota ke waktu lain, di luar rangkaian Hari Jadi Kota, Hari Santri Nasional, dan Hari Sumpah Pemuda. Ini bukan larangan terhadap olahraga domino, melainkan pertimbangan ketepatan waktu dan kemaslahatan," ujar Aminudin Bustomi, dalam keterangan tertulis, dilansir NadiKabar, Selasa (13/10/2026).

Aminudin menambahkan bahwa peringatan hari bersejarah di Kota Tasikmalaya sebaiknya diisi dengan kegiatan yang dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat umum, seperti lomba catur, cerdas cermat keagamaan, serta kegiatan kepemudaan positif lainnya.

Selain itu, MUI menegaskan jika kompetisi domino digelar di lain waktu, panitia wajib menjamin tidak ada praktik perjudian atau taruhan, uang pendaftaran tidak dijadikan hadiah, serta jadwal pertandingan tidak mengganggu waktu ibadah.

Menanggapi gejolak serta seruan dari ormas Islam seperti PCNU dan imbauan MUI, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memberikan rekomendasi maupun izin resmi untuk penyelenggaraan acara tersebut.

"Pada dasarnya spirit ORADO ini memang sudah ada cabornya. Namun, karena kepengurusan rangkaian hari jadi serta rekomendasi izin dari KONI dan Dispora belum keluar, kami tidak merekomendasikan itu," tegas Viman.

Viman memastikan bahwa kegiatan tersebut resmi ditunda guna menjaga situasi tetap kondusif.

"Untuk saling menghormati dan menjaga, kompetisi atau event tersebut akan diundur sampai waktu yang belum ditentukan, sampai nanti perizinannya dan rekomendasinya semua kondusif dan dikeluarkan," kata Viman.