Bayuaji mengatakan jajarannya berupaya segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran guna mengetahui kondisi warga sekaligus memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

"Begitu menerima informasi tentang kebakaran ini, kami langsung berupaya hadir untuk melihat kondisi warga sekaligus memberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka," ujarnya.

Kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 25 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sebanyak enam balita turut terdampak dalam musibah tersebut. Sebagian besar keluarga korban diketahui berprofesi sebagai nelayan dan bermukim di kawasan itu.

Menurut Bayuaji, kehilangan tempat tinggal menjadi beban berat bagi warga yang terdampak. Karena itu, bantuan kebutuhan dasar diharapkan dapat meringankan kesulitan mereka selama berada di tempat penampungan sementara hingga proses pemulihan.