"Ini jalan besar, ekonomi juga mati, UMKM tukang becak ndak bisa lewat. Mereka juga rakyat!," ujar salah satu warga kepada peserta aksi.
"Kami juga rakyat pak!," sahut salah satu mahasiswa peserta aksi.
Perundingan semakin alot. Beberapa kali saling lontar umpatan terjadi. Warga terus mengusir massa, massa membalasnya dengan nyanyian. Polisi berulang kali melerai kedua pihak saat situasi memanas.
Setelah diskusi yang cukup memakan waktu, sekitar 21.50 WIB kedua pihak sepakat membubarkan diri. Massa aksi menuju ke utara, sedangkan warga ke selatan.
"Mohon dipertimbangkan keselamatan teman-teman, kalau kita sekarang pulang kira-kira mau nggak?," terang koordinator aksi mencoba mencari kesepakatan.